Beranda » ILMU PENGETAHUAN UMUM » Tips Merawat Filter Udara

Tips Merawat Filter Udara


FILTER udara adalah komponen penting, yang bila tidak berfungsi dengan baik, udara yang masuk bersama bahan bakar menuju ruang mesin bisa bercampur debu dan mengganggu kinerja mesin. Memang perawatannya relatif mudah, tinggal melepas filter dari sarangnya, lalu menyemprotkan kompresor. Menyimak aneka jenis filter udara yang ada di pasaran, tentulah cara merawatnya berbeda – beda.

Untuk filter dari karton, usia pakainya paling lama cuma sekitar 2.500 hingga 5000 km. Pada usia pakai tertentu, permukaan karton menjadi “Berbulu”. Bila hal ini dibiarkan, serpihan lembut yang bercampur dengan debu itu bisa ikut masuk ke “Dapur Pacu” alias ruang pembakaran. Efek sampingnya, permukaan silinder akan tergores. Merawat filter karton, relatif mudah. Angkat filter dari sarangnya, lalu bersihkan dengan kompresor udara. Kalau perlu, bagian pinggir filter di ketuk pakai gagang obeng hingga debu yang melekat rontok semua.

Berbeda dengan filter yang terbuat dari spons yang umumnya mampu bertahan hingga 15.000 km atau setahun pakai. Merawat saringan yang satu ini juga mudah. Celupkan saringan spons ke dalam air, lalu cuci pakai deterjen. setelah benar – benar bersih, keringkan dengan cara di angin – anginkan ataupun di jemur, tetapi jangan sampai kena matahari secara langsung. Setelah kering, filter siap di pasang kembali.

Untuk filter berbahan serat katun, lain lagi ceritanya. Yang satu ini, perawatannya agak mahal, lantaran harus dibersihkan pakai cairan khusus. Untuk K dan N, misalnya ada larutan pembersihnya sendiri. Pembersih yang terdiri dari sabun khusus dan oli ini, penggunaannya agak khusus. Setelah filter di lepas dari sarangnya, ketok peranti penyaring udara itu hingga semua debu dan kotoran yang menempel rontok semua.

Tahap selanjutnya adalah menyiram filter tersebut dengan air yang mengalir, baru kemudian di semprot dengan cairan sabun khusus. setelah didiamkan sekitar 5 menit, filter tersebut kemudian di siram kembali dengan air. Proses tersebut di ulang hingga air sisa pencucian terlihat lebih bening.

Sumber : Kompas

%d blogger menyukai ini: