Beranda » ILMU PENGETAHUAN UMUM » Keracunan Bahan Logam / Metaloid Pada Industrialisasi

Keracunan Bahan Logam / Metaloid Pada Industrialisasi


Keracunan Bahan Logam / Metaloid 

Banyak sekali kecelakaan – kecelakaan yang terjadi dalam melakukan pekerjaan di sektor perindustrian, salah satunya adalah keracunan, dalam tulisan ini saya akan menuliskan keracunan bahan logam / metaloid dalam proses industrialisasi.

Racun – racun logam / metaloid beserta persenyawaan – persenyawaannya yang sering terjadi pada industrialisasi adalah berasal dari timah hitam, air raksa, arsen, chromium, berrylium, cadmium, vanadium dan fosfor.

Berikut ini penjelasan dari beberapa logam yang disebutkan diatas :

1. Timah hitam

Keracunan timah hitam (plumbisme) biasanya merupakan suatu keadaan kronis (menahun) dan kadang gejalanya kambuh secara periodik.  Kerusakan yang terjadi bisa bersifat permanen (misalnya gangguan kecerdasan pada anak – anak dan penyakit ginjal. (Progresif pada dewasa).

Timah hitam ditemukan pada :

  • Pelapis keramik ;
  • Cat ;
  • Baterai ;
  • Solder ;
  • Mainan.

Pemaparan oleh timah hitam dalam jumlah relatif besar bisa terjadi melalui beberapa cara :

  1. Menelan serpihan cat yang mengandung timah hitam ;
  2. Membiarkan alat logam yang mengandung timah hitam (misalnya peluru, pemberat tirai, pemberat alat pancing atau perhiasan) tetap berada dalam lambung atau persendian, dimana secara perlahan timah hitam akan larut ;
  3. Meminum minuman asam atau memakan makanan asam yang telah terkontaminasi karena disimpan di dalam alat keramik yang di lapisi oleh timah hitam (misalnya buah,  jus buah,  minuman berkola, tomat,  jus tomat, anggur,  jus apel) ;
  4. Membakar kayu yang di cat dengan cat yang mengandung timah hitam atau baterai di dapur atau perapian ;
  5. Mengkonsumsi obat tradisional yang mengandung senyawa timah hitam ;
  6. Menggunakan perabotan keramik atau kaca yang di lapisi timah hitam untuk menyimpan atau menyajikan makanan ;
  7. Minum wiski atau anggur yang terkontaminasi oleh timah hitam ;
  8. Menghirup asap dari bensin yang mengandung timah hitam ;
  9. Bekerja di tempat pengolahan timah hitam tanpa menggunakan alat pelindung (seperti respirator, ventilasi maupun penekan debu) ;
  10. Pemaparan timah hitam dalam jumlah yang lebih kecil, terutama melalui debu atau tanah yang telah terkontaminasi oleh timah hitam, bisa meningkatkan kadar timah hitam pada anak – anak, karena itu perlu diberikan pengobatan meskipun tidak ditemukan gejala.

Serangkaian gejala yang khas bisa timbul dalam waktu beberapa minggu atau lebih, yaitu berupa perubahan kepribadian, sakit kepala, di dalam mulut terasa logam, nafsu makan berkurang dan nyeri perut samar – samar yang berakhir dengan muntah, sembelit serta nyeri kram perut. Pada dewasa jarang terjadi kerusakan otak.

Pada anak – anak, gejalanya diawali dengan rewel dan berkurangnya aktivitas bermain selama beberapa minggu. Kemudian gejala yang serius timbul secara mendadak dan dalam waktu 1 – 5 hari menjadi semakin memburuk, yaitu berupa :

  1. muntah menyembur yang berlangsung terus menerus ;
  2. berjalan goyah / limbung ;
  3. kejang ;
  4. linglung ;
  5. mengantuk ;
  6. kejang yang tak terkendali dan koma.

2. Air Raksa

Air raksa atau merkuri (Hg) merupakan suatu bahan kimia yang diperlukan dan dipakai oleh banyak industri seperti industri cat, pestisida, farmasi serta dipakai sebagai bahan campuran tumpatan gigi yaitu amalgam.

Keracunan air raksa seperti halnya dengan logam berat lainnya dapat terjadi melalui berbagai jalan antara lain melalui pernapasan, suntikan serta makanan dan minuman yang tercemar, ini salah satu bentuk keracunan air raksa yang dapat terjadi yaitu :

1.  Sebagai akibat air raksa cair atau uapnya ;

2.  Sebagai akibat kontak kulit dengan persenyawaan Hg – fulmitat ;

3.  Sebagai persenyawaan air raksa organis.

Berhati – hatilah anda jika anda bekerja dengan menggunakan bahan kimia yang sangat berbahaya salah satunya air raksa.

3. Arsen

Arsenarsenik, atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol As dan nomor atom 33. Ini adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik : kuning, hitam, dan abu – abu. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida, herbisida, insektisida, dan dalam berbagai aloy.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang akan ditimbulkan jika anda keracunan arsenik, yaitu sebagai berikut :

  1. Kerontokan rambut merupakan tanda keracunan kronis logam berat, termasuk arsen ;
  2. Bau nafas seperti bawang putih merupakan bau khas arsen ;
  3. Gejala gastrointestinal berupa diare akibat racun logam berat termasuk arsen ;
  4. Muntah akibat iritasi lambung, diantaranya pada keracunan arsen ;
  5. Skin speckling gambaran kulit seperti tetes hujan pada jalan berdebu, disebabkan oleh Keracunan kronis arsen ;
  6. Kolik abdomen akibat  keracunan kronis ;
  7. Kelainan kuku garis Mees (garis putih melintang pada  nail bed) dan kuk yang rapuh ;
  8. Kelumpuhan (umum maupun parsial) akibat keracunan logam berat.

4. Fosfor

Ada banyak sekali macam – macam fosfor namun yang sangat beracun adalah fosfor jenis fosfor putih, dan fosfor ini banyak dipergunakan sebagai bahan pembuatan racun tikus, racun serangga, pembuatan pupuk, pembuatan mercon dan kembang api.

Akibat dari keracunan fosfor adalah sangat kompleks bisa menimbulkan kerusakan pada hati, ginjal, tulang, saluran pencernaan, pendarahan – pendarahan dan bila terhirup ke paru – paru bisa menimbulkan oedema dan kerusakan paru.

Demikianlah beberapa bahan kimia  berbahaya yang dapat saya jelaskan, pesan dari saya jika anda memiliki pekerjaan yang berkait dengan bahan – bahan kimia diharapkan waspada dan berhati – hati dalam menjalankan pekerjaan anda.

DAFTAR PUSTAKA

Rufaida, Sufi Ani, 2009, Masalah lingkungan sekitar, solo. url:http://sufianirufaida.blogspot.com/2009/02/masalah-lingkungan-sekitar-kita.html

Ilham, 2008, Keracunan Timah Hitam, url:http://healthreferenceilham.blogspot.com/2008/09/keracunan-timah-hitam.html

Wikipedia Indonesia,2010,Arsen, url: http://id.wikipedia.org/wiki/Arsen

Santoso, Budi,1999,”Ilmu Lingkungan Industri”,Universitas Gunadarma,Jakarta.

%d blogger menyukai ini: